visit BATAM 2010,dari seraya atas

Sudah banyak yang dilakukan pemerintah untuk mencapai Visit Batam 2010.Salah satunya membenahi jembatan Barelang supaya lebih menarik dan bisa dijual ke wisatawan.Juga kamp bekas pengungsi Vietnam di buat lebih baik lagi.Pantai-pantai di kawasan Barelang juga terus dibenahi.

Selain itu kita masih punya banyak daerah pantai yang lumayan bisa dijual ke wisatawan.Yang terbaru adalah kawasan pantai terpadu Ocarina.Ada juga yang mau dibangun yaitu Grand Quarter yang menggabungkan pemukiman,mall,office,apartemen dan tempat wisata yang megah.

Di Batam juga punya banyak mall-mall besar yang cukup menarik untuk wisatawan dari negeri tetangga,seperti Malaysia dan Singapura.Maka seharusnya kita bisa lebih maju dari Singapura dan Malaysia,karena kita masih punya banyak potensi yang bisa kita gali.Mengapa Singapura saja yang cuma negara  kecil itu pariwisatanya bisa maju dan terkenal ke seluruh dunia.Karena mereka serius menggarap apapun yang bisa dimanfaatkan sekecil apapun.Sumber daya manusianya juga sangat menunjang untuk itu semua.

Masih banyak di pulau yang berbentuk kalajengking ini potensi wisata yang bisa kita gali dimana pemerintah kita mungkin belum serius menanganinya.Banyak tempat-tempat yang kita anggap sepele bisa kita jadikan tempat wisata yang menarik.

Kita bisa melihat di Seraya atas ada kawasan simpang rujak yang tiap hari sangat ramai di kunjungi warga Batam.Kalau pemerintah jeli ini adalah salah satu peluang yang bisa dijual ke wisatawan.Kalau mau serius pemko Batam bisa menata para penjual rujak itu biar rapi dan tidak menggangu lalu lintas.Gimana kalau di Batam selain bisa dikenalkan ke dunia sebagai kota industri juga bisa terkenal dengan sebutan kota Rujak,sungguh bukan hal yang mustahil bukan.Jadi kita bisa bikin rujak khas Batam yang nantinya bisa dikemas dengan wadah yang menarik seperti kalau di Amerika ada Mc Donald dan KFCnya,kalau di Batam kita bisa buat RFB atau Rujak For Batam.Atau dibuat nama yang lebih keren.Untuk menuju Visit Batam 2010 kita harus lebih jeli memanfaatkan peluang yang ada,jangan ruko saja yang dibangun,sekali-kali investor harus diajak melihat peluang lain seperti membangun tempat yang bagus untuk para tukang rujak dan diberi pelatihan bisnis yang bagus.

Selain kawasan rujaknya di Seraya atas yang dekat lampu merah yang masih banyak rulinya itu kita bisa membuat semacam Malioboro kalau di Jogya.Di situ sangat setrategis sekali tempatnya,sambil berbelanja wisatawan bisa melihat pemandangan kota Batam dari atas.Tapi dengan syarat harus dibuat dengan semenarik mungkin.

Untuk masalah dana kita bisa gandeng perusahaan-perusahaan besar di Indonesia seperti perusahaan rokok,makanan,minuman,telekomunikasi,dan lainnya.Kalau pemerintah serius pasti perusahaan banyak yang mau menanamkan investasinya.Mereka bisa membantu pembangunannya dengan dispensasi mereka bisa mengecat bangunan itu dengan produk mereka.Kalaupun ada pajak kita berikan keringanan kepada mereka.Ataupun kita bisa menggandeng pihak swasta untuk mengelola tempat itu,tapi harus benar-benar serius jangan seperti Jodoh Boulevard yang bukannya bagus malah tambah merugikan pengusaha.

Mengenai apa yang mau dijual pemko tak usah khawatir karena di Batam tidak mesti harus punya cirri khas khusus kalaupun ada itu nilai lebih.Di Batam kebanyakan penduduknya adalah pendatang,jadi ini harus kita jadikan peluang.Kenapa Batam tidak kita jadikan taman besarnya Indonesia(kalau taman mini kan sudah ada di Jakarta).Jadi kita kumpulin semua paguyuban yang ada di Batam dan mereka tiap daerah kita beri tempat untuk membuka gerainya yang menjual makanan dan cinderamata dari daerah mereka masing-masing pasti menarik.Jadi wisman tak perlu lagi ke Jogya untuk makan gudeg dan beli blangkon cukup di Batam saja,beli batik tak harus ke Solo,dan lain-lain.

Selain gerai untuk kerajinan dan makanan kita juga harus mempunyai suatu tempat untuk menggelar kesenian dari seluruh Indonesia lebih bagus lagi kalau ada replika rumah adat khas suku masing-masing daerah.Sungguh Batam akan menjadi taman besarnya Indonesia.Jadi di Batam ada pertunjukan Reog,Kuda lumping,Ondel-ondel,tarian dari seluruh Indonesia.Dengan mengumpulkan seluruh paguyuban yang ada di Batam tentu ini mudah untuk dijalankan.Jadi wisatawan yang dating selain kita suguhi budaya melayu juga kita bisa suguhkan budaya seluruh Indonesia.

Di Batam kita juga tak punya museum,seharusnya kita punya hal yang bisa di pamerkan seperti foto sejarah terbentuknya Batam dan benda peninggalan sejarah di Batam.Mungkin masih banyak dari sesepuh kita yang masih punya benda yang layak untuk di pamerkan

Kampung tua juga sangat bagus untuk lebih dipasarkan ke wisman yang dari kota besar karena mereka kebanyakan suka dengan suasana pedesaan yang masih alami.Jadi beberapa kampong tua yang ada sekarang harus lebih dijaga kelestariannya,kalau bisa renovasinya mendekati yang aslinya jangan dibuat modern karena wisatawan biasanya suka yang alami.Tapi infrastrukturnya seperti jalan dan lainnya harus diperbaiki lagi.

Barang bekas juga bisa menjadi daya tarik dari wisatawan local karena di Batam memang terkenal surganya barang bekas dan barang antic.Tapi jangan asal barang bekas yang dijual tapi harus yang lain dari yang lain.Jangan baju-baju bekas yang dijual.Jadi yang selama ini barang bekas susah masuk lebih baik diberi kemudahan oleh pemko Batam dengan syarat barang tertentu saja yang masuk Batam,jangan pakaian bekas.

Kawasan Jodoh dan Nagoya harus lebih dibuat menarik dan dibuat jalan khusus untuk pejalan kaki sehingga para wisatawan bisa lebih tertarik lagi.kebersihan pasar-pasarnya harus di jaga.Kita bisa buat daerah ini menjadi kawasan yang modern tapi nyaman seperti di Singapura,jadi harus dibuat peraturan yang jelas mengenai semuanya termasuk masalah sampah.Jadi kalau orang buang sampah sembarangan harus di denda.CCTV juga harus banyak dipasang disetiap sudut jalan demi keamanan wisatawan.Pemerintah tak harus membuatnya cukup para pelaku usaha disekitar situ yang harus diwajibkan memasang CCTV di gedungnya masing-masing.Untuk pedagang kaki limanya harus diberikan tempat yang permanen dan unik karena itu bisa untuk menambah daya tarik tersendiri.Untuk menghindari kemacetan sebaiknya kendaraan jangan lewat depan Robinson tapi hanya di terminal saja,jadi terminalnya lebih bisa diberdayakan.Untuk kiosnya kita gandeng lagi pihak ketiga biar beban pemko lebih ringan.

Wisata religius juga bisa dipromosikan lagi.Banyak tempat yang unik seperti Masjid Raya Batam,pondok-pondok pesantren,Vihara Seipanas,patung Dewi Kwan Im,dan masih banyak lagi.

Untuk menunjang semuanya sebenarnya prasarana jalan sangat penting,sebagaimana kita lihat jalan-jalan di Batam ini kebanyakan sudah rusak.Maka pemerintah harus serius dengan masalah ini.Gimana wisatawan mau dating lagi kalau kesan pertama saja sudah tidak menarik.

Selain prasarana jalan juga masalah sumber energi harus diselesaikan,sebagaimana yang kita lihat beberapa minggu lalu antara PLN dan pengusaha ada perselisihan.Ini harus cepat diselesaikan oleh pemerintah.

Masalah keamanan juga sangat penting karena dengan kawasan yang amanlah wisatawan akan betah tinggal lama di Batam.Jangan wisatawan lagi jalan-jalan tahu-tahu di copet atau dijambret.Jadi pos-pos kepolisian harus ditambah lagi terutama di dekat tempat-tempat wisata dan tempat keramaian.Patrolipun harus lebih ditingkatkan.

Yang lebih penting adalah hal kebersihan kota kita,lihat saja di pasar pagi Jodoh sudah banyak sampah juga masih semrawut pengaturannya.Ruli-ruli yang ada di pinggir jalan harus cepat di relokasi ke tempat lain,tapi harus dengan baik-baik.Pengawasan juga harus ada jangan sampai habis direlokasi akan muncul bangunan yang baru.Karena dari satu bangunan akan muncul bangunan yang lain.

Untuk itu semua pemerintah harus cepat bekerja dan menggandeng pihak ketiga karena waktu tinggal beberapa bulan lagi kalau Visit Batam 2010 ini mau sukses.

Pemerintah juga harus rajin mempromosikan Batam lewat agen-agen traveldi seluruh Indonesia dan mancanegara,juga lewat media televisi nasional dan luar negeri,lewat media online di internet juga sangat ampuh untuk promosi.Saya kira untuk media internet ini Bapak wawako kita ahli untuk bidang ini.

Untuk sumber daya manusianya harus lebih ditingkatkan bahkan harus mulai sekarang diberi pelatihan dan training secara berkala.Seperti kita lihat masih banyak petugas-petugas pelayanan publik kita yang kurang bagus dalam pelayanan,misalnya kurang senyum,kurang telaten dengan customer,suka marah-marah,kurang pandai komunikasinya,dan lainnya.Pungli-pungli juga harus dihilangkan supaya wiatawan tidak kapok.Petugas yang ketahuan melakukan pungli harus ditindak tegas kalau perlu dipecat.

Warga batam juga harus aktif.Kita bisa berpartisipasi dengan cara menjaga kebersihan,tidak membuang sampah sembarangan dan mmbantu menjaga keamanan di lingkungan kita.Bisa juga dengan membuat industri kreatif untuk cindera mata khas Batam,karena seperti kita lihat masih minimnya pebisnis yang menggarap pasar ini.Selain menambah penghasilan juga akan membuat Batam akan diingat orang dengan ciri khasnya.Banyak memang yang menjual cinderamata seperti kaos tapi harganya masih relatif mahal.Kalau ada yang bisa seperti Jogya,Bali,dan lainnya yang membuat cinderamata dengan harga terjangkau pasti membuat wisatawan akan makin tertarik.

Semua itu tidak bisa dicapai dengan mudah,kita harus berjuang bersama antara pemerintah,warga,pengusaha dan pelaksana.Mari kita wujudkan Visit Batam 2010, kita pasti bisa.

Iklan
Published in: on 23 Januari 2010 at 7:58 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://cityron.wordpress.com/2010/01/23/visit-batam-2010dari-seraya-atas/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: