Mengaku miskin tapi bisa beli rokok

Indonesia dengan penduduk terbanyak ke 5 dunia merupakan negara kaya akan sumber daya alamnya. Tapi mengapa kebanyakan kita miskin? Saya miris kalo melihat suatu keluarga yang mengaku miskin dan tidak mampu membiayai anak sekolah,tetapi untuk beli sebungkus rokok sehari bisa. Padahal berapa sih biaya sekolah? Coba kalau dikumpulin sebungkus rokok yang termurah seharga 5rb kalau sebulan sudah 150rb. Sudah lebih dari cukup untuk biaya sekolah anaknya. Tapi mengapa mereka memilih beli rokok? Apakah mereka tidak bisa atau akan mati kalau tidak merokok? Tidak kan. Tapi mereka mengorbankan masa depan anaknya hanya demi sebatang rokok. Astaghfirullah. Padahal dalam Islam sudah ada larangan merokok,bahkan ada yang bilang haram. Tapi kita lihat sebagian ulama dan kiai kita tidak mau berhenti merokok. Maka saudaraku,renungkanlah sahabatku. Bagaimana negeri ini akan maju kalau bukan dari anak cucu kita yang pintar. Ayo mulai dari diri sendiri,usahakanlah kurangi merokok,kalau bisa berhenti. Sisihkan uang untuk beli rokok untuk pendidikan anak kita. Bagi yang berkecukupan sisihkan uang beli rokok untuk sumbangan pendidikan. Kalau bukan dari kita siapa lagi. Lalu beritahu saudara,teman dan sahabat kita untuk berhenti merokok. Tidak akan berubah nasib suatu kaum kalau bukan kaum itu sendiri yang mengubahnya atas kehendak Alloh tentunya. Majulah bangsaku,terbanglah garudaku,cengkram dunia dengan kuku tajammu. By cityron

Iklan

The URI to TrackBack this entry is: https://cityron.wordpress.com/2011/01/05/mengaku-miskin-tapi-bisa-beli-rokok-2/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: